If You Want to Have Better Generation, Start from Pregnant Moms!

If You Want to Have Better Generation, Start from Pregnant Moms! Emilia K. Lelepory

Suatu hari di Surga, ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia, dia bertanya pada Tuhan, "Para malaikat di sini mengatakan besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah." Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Di Surga saya sangat bahagia. Saya bernyanyi dan tertawa. Apakah di dunia sayapun dapat bahagia?" tanya bayi itu kembali. Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya, kamu sangat berbahagia." Si bayipun kembali bertanya,"Dan apa yang dapat saya lakukan jika saya ingin berbicara dengan-Mu?" Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

Si bayipun masih belum puas ia pun bertanya kembali, "Saya mendengar di dunia banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?" Dengan penuh kasabaran Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan nyawanya sekalipun." Si bayipun masih belum terpuaskan dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan sangat bersedih karena tidak melihat Engkau lagi." Dan Tuhanpun menjawab,"Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kau bisa kembali lagi kepadaku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."

Saat itu Surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi dengan suara lirih bertanya, "Tuhan, jika saya harus pergi, bisakah Engkau memberi tahu padaku siapakah nama malaikatku?" Tuhanpun menjawab, "Engkau dapat memanggil malaikatmu IBU. Malaikatmu mengandungmu 9 bulan, memberimu kesempatan bersamanya segera setelah kau lahir, memberimu cinta dari darahnya. Pemberian terindah yang takkan kaudapat gantinya. Cintanya menjadikanmu memahami rahasia semesta. Kaupun lebih kuat dan dekat dengan-Ku, karena Ibumu adalah Malaikatmu."

Janin
Keajaiban Kehidupan dari Konsepsi Hingga Kelahiran

Kehamilan adalah prakarsa Allah. Ketika Allah berkenan pasutri memiliki anak, Allah akan memberikan jiwa janin kepada pasangan tersebut. Jiwa janin untuk menjadi individu atau manusia membutuhkan tubuh yang dibentuk melalui sel sperma dan sel telur maka terjadilah cikal bakal seorang individu baru. Hanya dengan kekuasaan Ilahilah kehamilan ada, kehidupan dimulai sejak terjadinya pembuahan, janin merupakan menifestasi kebesaran Tuhan, dengan sebuah misi dan tanggung jawab individu untuk hidup menuju sempurna.

Kehadiran jiwa seseorang pertama kali dipersiapkan dalam rahim seorang ibu. Sebelum terlahir, spirit janin mempunyai kesadaran penuh tentang siapa dia dan apa yang telah diselesaikan di kehidupan masa lalunya, dan mengetahui misinya dalam kehidupan selanjutnya. Misi-misi itu sangat spesifik bagi setiap jiwa dan setiap jiwapun bebas memilih bisa atau tidak dalam memenuhi misi tersebut. Seorang wanita hamil adalah wanita yang luar biasa yang dipilih Tuhan untuk turut serta dalam karya penciptaan-Nya, karena rahim tempat kehidupan itu kini mulai difungsikan. Rahim dari kata "rahmah" yang artinya rasa sayang, rasa kasih, rasa kasihan, kecenderungan untuk menahan dan kecenderungan untuk membantu. Sifat rahmah juga merupakan sifat malaikat pada diri seorang ibu.

Semua yang dirasakan ibu dirasakan juga oleh janin. Bahkan janin sudah menunjukkan reaksi terhadap stimulasi atau rangsangan yang berasal dari luar tubuh ibunya. Seorang ibu hamil harus menjaga kondisi fisik dan psikisnya agar dapat menjalani kehamilan dan persalinannya dengan sehat dan bahagia.

Melahirkan adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat indah, mengagumkan dan penuh dengan keajaiban. Lahirnya seorang anak merupakan perwujudan yang paling sempurna dari rasa cinta dan kasih manusia, saat melahirkan wanita dapat merasakan kekuatan yang tersimpan di alam bawah sadarnya, yang mungkin selama ini tidak disadari.

Persalinan merupakan momen terpenting bagi setiap manusia. Pada saat bayi dilahirkan terjadi proses limbic imprinting yaitu proses perekaman memori yang mendasari pemahamannya terhadap cinta. Jika persalinan terjadi penuh trauma, maka trauma tersebut direkam sebagai pemahaman tentang rasanya cinta yang dibawa seumur hidupnya. Sebaliknya jika yang terjadi adalah persalinan adalah ramah jiwa dan penuh kehangatan, cinta akan terekam, bayi tersebut akan tumbuh berdasarkan kasih dan inilah yang ia warisi secara fisik dan spritual sampai dewasa. Aspek jiwa dalam kehamilan dan persalinan perlu dipahami secara lebih peka, bukan saja dipandang sebagai fase persalinan, melainkan sebagai rangkaian yang sudah didasari sejak awal, mulai berhubungan seks yang dilakukan secara sadar. Kehamilan dijalani sealamiah mungkin, persalinan ramah jiwa, hingga pengasuhan anak penuh kesadaran dan cinta.

Peran serta keluarga dalam memberikan dukungan mental dan spiritual sangat dibutuhkan saat seorang wanita menjalani proses alamiah tersebut, terutama peran suami yang mendukung, misalnya menghadiri bimbingan atau kelas pre-natal, sebagai pendamping aktif saat pemeriksaan kehamilan sampai proses persalinan, dan sebagainya.

Cara Berkomunikasi dengan Spirit Janin Anda

Belai dengan lembut permukaan perut serta ucapkan kata- kata positif dengan sepenuh hati, terus lakukan kontak secara bathin dengan janin Anda setiap saat. Katakan apa yang Anda rasakan setiap hari, ajak janin berdialog, sesekali minta pendapat tentang suatu hal dan gunakan respon dari gerakan janin, minta ia untuk menyampaikan keinginannya. Bacakan buku cerita dengan intonasi yang berbeda–beda. Ajak janin bercanda melalui sentuhan, atau ketukan jari yang berpindah–pindah. Usap lembut dan ayunkan perut, ajak suami atau kerabat untuk sesekali bermain dengan janin. Perdengarkan musik–musik indah dan menyenangkan hati, kemudian gerakkan tubuh Anda perlahan–lahan dan alami kebersamaannya. Ada banyak jenis musik yang dapat digunakan, mulai dari musik klasik, musik ringan, musik tradisional seperti musik gamelan Jawa dan lain-lain. Yang penting adalah musik itu benar–benar Anda dan janin Anda sukai, dan perhatikan reaksinya. Sering-seringlah perdengarkan suara alam misalnya suara gemericik air, suara burung dan debur ombak.

Selamat menjalani masa kehamilan dengan penuh rasa syukur dan bahagia, karena Anda sangat istimewa (*).


Next Post Previous Post